Getuk Goreng: Kuliner Tradisional Khas Banyumas

Getuk Goreng Banyumas

Getuk Goreng - Oleh-oleh legendaris khas Sokaraja, Banyumas

Penjelasan

Getuk goreng adalah makanan tradisional khas Sokaraja, Banyumas yang terbuat dari singkong atau yang biasa disebut masyarakat Banyumas dengan sebutan "boled". Singkong dipadukan dengan gula merah, dibentuk, kemudian digoreng hingga berwarna keemasan. Makanan ini memiliki tekstur yang unik, dengan bagian luar yang sedikit renyah dan bagian dalam yang lembut dan legit.

Cita rasa getuk goreng sangat khas, dengan perpaduan manis alami dari gula merah dan sedikit gurih. Teksturnya lembut di dalam namun sedikit renyah di bagian luar karena proses penggorengan. Getuk goreng Sokaraja hadir dalam berbagai varian rasa, meskipun rasa gula merah tetap menjadi yang paling autentik dan populer.

Di Banyumas, getuk goreng telah menjadi ikon kuliner dan oleh-oleh wajib bagi para wisatawan. Sentra produksi getuk goreng terletak di kawasan Sokaraja, dengan puluhan produsen yang tersebar di sepanjang jalan utama. Harganya terjangkau, mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per kemasan, tergantung ukuran dan merek. Getuk goreng biasanya dinikmati sebagai camilan pendamping teh atau kopi, dan sering dijadikan buah tangan khas Banyumas.

Sejarah

Getuk goreng memiliki sejarah panjang yang bermula pada tahun 1918. Makanan ini pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh Sanpirngad, seorang pedagang nasi rames keliling di daerah Sokaraja. Awalnya, ia membuat getuk biasa (tidak digoreng) sebagai salah satu menu dagangannya, namun getuk basah ini cepat basi dalam hitungan satu hari.

Suatu hari, ketika getuk basah tidak habis terjual, Sanpirngad mencoba menggorengnya untuk memperpanjang masa simpan. Ternyata, getuk yang digoreng ini justru memiliki cita rasa yang lebih lezat dan tekstur yang unik. Ia pun mulai menawarkan getuk goreng ini kepada pelanggannya, dan segera mendapat sambutan positif.

Seiring berjalannya waktu, popularitas getuk goreng terus meningkat. Pada tahun 1937, Haji Tohirin, menantu Sanpirngad, mulai mengembangkan usaha getuk goreng dengan membuka toko pertama di Sokaraja. Toko "Getuk Goreng Haji Tohirin" ini kemudian menjadi pelopor dan ikon getuk goreng Sokaraja hingga saat ini. Kini, setelah lebih dari seabad, getuk goreng telah menjadi warisan kuliner yang tak terpisahkan dari identitas budaya Banyumas dan bahkan diakui sebagai warisan budaya nasional.

Bahan dan Cara Pembuatan

Bahan Utama
  • 1 kg singkong berkualitas baik
  • 200-250 gram gula merah, sisir halus
  • 200 gram kelapa parut (setengah tua)
  • 1/2 sendok teh garam
  • Minyak goreng secukupnya
Bahan Tambahan
  • 75 gram tepung beras
  • 3 sendok makan tepung terigu
  • 1/4 sendok teh vanili (opsional)
  • 2-3 lembar daun pandan
  • Kayu manis (opsional)

Cara Membuat

  1. Kupas singkong, cuci bersih, dan potong-potong menjadi ukuran sedang. Buang bagian serat tengahnya agar tidak mempengaruhi tekstur.
  2. Kukus singkong dan kelapa parut hingga empuk dan matang, sekitar 30-45 menit.
  3. Selagi singkong masih panas, tumbuk atau haluskan hingga lembut. Tekstur yang halus tanpa gumpalan sangat penting untuk kualitas getuk yang baik.
  4. Tambahkan gula merah sisir, kelapa parut, dan garam ke dalam singkong yang sudah ditumbuk. Uleni hingga semua bahan tercampur rata dan adonan bisa dibentuk.
  5. Bentuk adonan menjadi bulatan-bulatan atau silinder kecil dengan ukuran sesuai selera.
  6. Campurkan tepung beras dan tepung terigu dalam wadah terpisah sebagai bahan pelapis.
  7. Gulingkan bulatan getuk ke dalam campuran tepung hingga semua permukaannya terlapisi.
  8. Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang. Goreng getuk hingga berwarna keemasan dan renyah di bagian luar. Jangan terlalu lama agar bagian dalam tetap lembut.
  9. Angkat getuk goreng, tiriskan minyaknya, dan dinginkan sebelum disajikan atau dikemas.

Tip: Kunci utama dalam membuat getuk goreng yang lezat adalah kualitas singkong dan gula merah. Pilih singkong yang baik, tidak terlalu tua dan tidak berkayu agar menghasilkan tekstur yang lembut. Gunakan gula merah khas Banyumas yang memiliki aroma dan rasa yang khas untuk mendapatkan cita rasa autentik getuk goreng Sokaraja.

Variasi

Meskipun getuk goreng tradisional memiliki rasa gula merah yang khas, seiring perkembangan zaman, terdapat beberapa variasi getuk goreng yang bisa ditemui di Sokaraja:

Getuk Goreng Original

Menggunakan gula merah khas Banyumas yang memberikan rasa manis dengan aroma khas, ini adalah versi paling autentik dan populer.

Getuk Goreng Durian

Adonan getuk dicampur dengan daging buah durian, menciptakan kombinasi rasa manis dan aroma durian yang khas.

Getuk Goreng Nangka

Varian yang dicampur dengan potongan buah nangka, memberikan aroma dan rasa buah yang segar dalam getuk.

Getuk Goreng Mini

Versi lebih kecil yang mudah dimakan dalam sekali gigitan, sering dijadikan camilan praktis.